© 2019 | www.kakatu.id

  • YouTube - White Circle
  • Instagram - White Circle
  • w-facebook

Kontak ke 0813 8043 5383   |   info@kakatu.id  |  Jalan Sukasari 1 No 4, Kota Bandung, Jawa Barat

Pada suatu hari...

 

...pemandangan tentang anak balita yang mengamuk karena handphone di tangannya diambil oleh orangtuanya, sudah menjadi pemandangan yang biasa. 



Bahkan, pemandangan itu terjadi pada lingkungan kami sendiri. 

Kami menyaksikan keponakan kami divonis "terlambat berbicara" oleh dokter ketika di usianya yang ke 3 belum juga mampu berkomunikasi dengan orang lain.

 

Dokter berkata, "Ananda terlalu banyak menatap layar kaca". 

Keresahan atas masalah keluarga yang hanya terjadi di era digital, seperti terlalu lama nonton video dan main games di gadget, menggerakkan kami untuk berbuat sesuatu sebelum masalah itu menimpa keluarga kami sendiri. 

Maklum, saat itu kami masih melajang :D

Dirancanglah Kakatu Parental Control, aplikasi yang dapat mengontrol penggunaan gadget anak. Dengan sistem blocking and control, ortu bisa mengatur apps apa saja yang boleh dimainkan anak dan berapa durasi pemakaian perharinya.

Kakatu 1.0


Saat menginkubasi embrio pertama Kakatu, di bulan Juni tahun 2014, kami yang saat itu sebagian besar belum lulus kuliah, mendatangi seminar parenting yang diampu oleh Bunda Elly Risman.

Saat itu kami belum tertarik betul dengan parenting, namun karena panitia acara (SEMAI2045) membawa gagasan "Every child need a hero, are you one of those?", kami merasa terpanggil karena sangat relevan dengan misi kami. 

Dalam seminar itu, disajikan data bahwa 97 dari 100 anak SD kelas 4, 5, dan 6 telah melihat pornografi secara sengaja maupun tidak sengaja. Selain itu, disebutkan bahwa 35% anak-anak menggunakan waktu luangnya untuk bermain games. 

Data itu membuka mata kami semakin lebar, ternyata masalah yang dialami keluarga Indonesia di era digital ini bukan hanya tentang terlalu lamanya waktu anak melihat layar dan main games.

 

Namun juga konten yang ada di dalamnya, karena konten  kekerasan, kata-kata kasar, cyberbullying, dan pornografi, banyak tersaji di beberapa games online favorit anak-anak, bahkan di video klip lagu-lagu populer. 

Transformasi



Sejak diluncurkan pada 23 September 2014 hingga ditutup di akhir tahun 2017, aplikasi Kakatu Parental Control telah diinstall oleh 400.000 pengguna.  

Pada tahun 2017, kami juga meluncurkan aplikasi Kakatu School untuk mengontrol perilaku bergadget siswa di sekolah.

 

Guru terpilih yang diberikan tanggung jawab oleh sekolah, dapat memonitor apa saja yang siswa lihat serta kapan saja mereka online di gadgetnya, sehingga dapat menjadi input bagi guru melakukan edukasi yang tepat kepada siswa. 

Kami bersyukur, hingga akhirnya kami menutup aplikasi ini, 78 sekolah telah menggunakannya, dan terbukti menurunkan angka paparan pornografi serta penggunaan aplikasi dan games yang tidak sesuai umur pengguna. 

Jika berhasil, kenapa harus ditutup? 

Seiring berjalannya waktu, selama 4 tahun Kakatu berdiri, kami telah bertemu dan mengedukasi 35.000 anak dan orangtua di 35 kota di Indonesia. 

Perjalanan itu membuat kami menyadari sesuatu.

Pertama, penyebab utama kecanduan games dan pornografi pada anak ternyata adalah kekeliruan pengasuhan yang seringkali dilakuan TIDAK SENGAJA oleh orangtua, namun menyebabkan anak terjebak dalam kondisi BLAST.

 

Boring = BosanLonely = KesepianAngry, Afraid = Marah, TakutStressTired = Capek

Kedua, pendidikan yang terkait perilaku anak di dunia digital bukanlah tanggungjawab guru di sekolah semata, namun tanggungjawab penuh dan utama orangtua di rumah. 

 

Ketiga, obat mujarab permasalahan perilaku anak di era digital, bukanlah dengan memberikan handphone yang superpintar (hardware), bukan pula dengan menginstall aplikasi yang canggih (software), namun membangun pola pikir (brainware) di kepala anak dan orang tua. 

Awal tahun 2018, aplikasi penyempurna dikembangkan. Melalui riset yang panjang, tergambarlah tantangan dan bentukan aplikasi yang didesain menstimulus kontrol diri anak dengan aktor utama anak dan orangtua.

 

Aplikasi dengan fitur utama mengadopsi CCTV yang bisa memantau video apa yang anak lihat di Youtube, games dan aplikasi apa yang dimainkan, serta kapan saja dan berapa lama anak menggunakan gadget secara realtime, diinstal di gadget orangtua dengan nama Monitory dan di gadget anak dengan nama Timitory.

 

Aplikasi Timitory juga dilengkapi fitur "reminder" jika anak sudah menggunakan gadget melewati durasi yang disepakati. 

 

Mission Statement

 

Berbekal kesadaran sepanjang perjalanan, sejak akhir 2018, Kakatu tidak lagi hanya fokus dalam pembuatan aplikasi. 

 

Lebih luas dari itu, Kakatu juga meluncurkan buku anak perdana yang dalam 2 pekan terjual sebanyak 5500 eksemplar berjudul "Aku Lihat Layar Secukupnya" dan membuka kelas parenting online maupun offline berupa seminar, pelatihan, dan kuliah whatsapp.  

Kakatu bertransformasi menjadi StartUp Edtech (Education Technology) yang bergerak di bidang Pendidikan Keluarga, dengan misi :

mendukung orangtua Indonesia agar percaya diri dalam membangun keluarga yang bergadget SEHAT.

S -- Spiritual Value
E -- Empati
H -- Harmonis
A -- Akrab
T -- Tangguh

 

Kami memang bukan ahli, tapi kami bisa menjadi...

“Sahabat belajar yang asyik bagi keluarga Indonesia
dalam menghadapi tantangan era digital”

 

In The

News:

I'M A TITLE



I'm a paragraph. Click here to add your own text and edit me. Let your users get to know you.

July 12, 2023

I'M A TITLE



I'm a paragraph. Click here to add your own text and edit me. Let your users get to know you.

July 12, 2023

I'M A TITLE



I'm a paragraph. Click here to add your own text and edit me. Let your users get to know you.

July 12, 2023